Kenapa ini penting
UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur bagaimana data pribadi boleh diproses dan dipindahkan. Menempelkan NIK, NPWP, atau data pelanggan ke layanan AI publik berarti memindahkan data pribadi ke pihak ketiga — sering kali tanpa dasar pemrosesan yang jelas dan tanpa catatan apa pun.
Menyamarkan data sebelum dikirim mengurangi data pribadi yang keluar dari organisasi. Itu satu langkah kecil, bukan solusi kepatuhan menyeluruh.
Apa yang dilakukan alat ini
- Mendeteksi NIK, NPWP, KK, BPJS, nomor telepon, dan email secara terstruktur.
- Menampilkan setiap temuan untuk Anda periksa — Anda yang memutuskan.
- Mengganti nilai yang disetujui dengan penanda seperti
[NIK_1]. - Mengembalikan nilai asli ke dalam balasan AI, dan memperingatkan bila ada penanda yang tersisa.
- Berjalan sepenuhnya di browser Anda. Tidak ada server, tidak ada pengiriman data.
Apa yang TIDAK dilakukan alat ini
Ini bukan alat penegakan. Alat ini tidak bisa mencegah siapa pun menempelkan data mentah langsung ke ChatGPT, dan tidak menghasilkan catatan audit apa pun — karena tidak ada server yang mencatat. Penggunaannya sepenuhnya sukarela.
- Tidak mendeteksi nama dan alamat secara otomatis. Keduanya harus Anda sorot sendiri.
- Tidak memvalidasi checksum NPWP maupun BPJS.
- Tidak menyimpan riwayat, tidak menghitung pemakaian, tidak melaporkan pelanggaran.
- Tidak menggantikan kebijakan internal, DPIA, atau perjanjian pemrosesan data.
Kalau organisasi Anda butuh lebih dari ini
Penerapan sungguhan biasanya berarti kontrol di sisi jaringan atau peramban, integrasi SSO, kebijakan tertulis, pelatihan karyawan, dan catatan audit yang bisa diperiksa. Alat ini hanya memperlihatkan bahwa bagian teknis penyamaran data Indonesia bisa dikerjakan dengan benar.